Kapten Inf Agus Dani Mengikuti Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI Ke – 80 Tahun 2026

Suarapesisirnusantara.com |Bengkalis -Pasi Intel Kodim 0303/Bengkalis Kapten Inf Agus Dani Mengikuti Kegiatan Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI Ke – 80 Tahun 2026 Bertempat di Halaman Kantor Kemenag Bengkalis Jl. Kelapapati Darat Desa. Kelapapati Kec. Bengkalis Kab. Bengkalis, Kamis 8 Januari 2026 pukul 07.45 WIB.

Hadir dalam Acara Bupati Bengkalis, diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kab. Bengkalis, Ed Efendi, S.H, MH, Dandim 0303/Bengkalis diwakili Pasiintel Kodim 0303/Bengkalis Kapten Inf Agus Dani, Kapolres Bengkalis diwakili Kasat Binmas Polres Bengkalis AKP Kasmandar Subekti, Ketua Pengadilan Agama Bengkalis, Rahmatullah Ramadan. D. S.H.I, Danposal POS Bengkalis diwakili Kopka Rudianto Tanjung, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Bengkalis, Hendrik Dwi Yatmoko, S.Sos, MT, Sekretaris Dinas Perkebunan Kab. Bengkalis, H. Dahen Tawakal, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Bengkalis, Susy Hartati, SP, M.Si, Kakan Kemenag Bengkalis, Drs. H. Khaidir, Ketua MUI Kab. Bengkalis, H. Amrizal. M. Ag,

Amanat Menteri Agama RI, ia mengungkapkan Memperingati hari amal bakti ke-80 kementerian agama dengan mengusung tema “umat rukun dan sinergi, indonesia damai dan maju.” tema ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan. kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa.

Beliau juga Menegaskan bahwa kementerian agama didirikan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. kini, peran tersebut semakin luas dan semakin krusial: meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa.

Juga memperkuat fondasi ekonomi umat melalui ribuan pesantren, pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma/kolekte, dana punia, dana paramita, dan dana kebajikan.

“Program-program tersebut tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara umum,”pungkasnya.

Kini, umat manusia menghadapi tantangan besar bernama artificial intelligence (ai) atau kecerdasan buatan. kita hidup di era vuca—volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity—di mana perubahan berlangsung cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian.

“di era ini, kita tidak boleh sekadar menjadi penonton, kita harus memiliki kedaulatan AI,”tambahnya.

Untuk mewujudkan visi besar tersebut, setiap asn kementerian agama dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang “agile”, lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas. nilai-nilai ini sejatinya bukan hal baru, melainkan warisan luhur tradisi keagamaan yang perlu kita aktualkan kembali dalam konteks zaman.

Turut hadir Kepala OPD dilingkungan Pemkab Bengkalis, Para Kabag Dilingkungan Setda Kab. Bengkalis, Camat Bengkalis Kab. Bengkalis, Taufik Hidayat, S.STP, MPA, Pejabat dan Staf Ktr. Kemenag Bengkalis, dan Undangan.

Sumber : PenDim 0303 Bengkalis

Editor : Media 3K3grup/Ardi

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *