Pasiter Kodim 0303/Bengkalis Mengikuti Rakor Lintas Sektoral Dalam Rangka Kesiapan Operasi Ketupat Tahun 2026

Suarapesisirnusantara.com |Bengkalis – Pasiter Kodim 0303/Bengkalis Kapten Inf Erli Mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Dalam Rangka Kesiapan Operasi Ketupat Tahun 2026 Bertempat di Ruang Command Center Mapolres Bengkalis Jln. Pertanian Desa Senggoro Kec. Bengkalis Kab. Bengkalis, Senin 2 Maret 2026 Pukul 09.00 WIB.

Hadir dalam Acara Pasiter Kodim 0303/Bengkalis Kapten Inf Erli, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar S.I.K., M.Si, Waka Polres Bengkalis KOMPOL Noak Pembina S.I.K, Kepala Kemenag Kab. Bengkalis Dr. H. Khaidir, Jasa raharja Kab. Bengkalis diwakili Sdr. Elang selaku PJ. Jasa Rajarja Kab. Bengkalis, Dinas Perhubungan Kab. Bengkalis diwakili Kabid Lalu Lintas Sdr. Jepri, Disperindag Kab. Bengkalis diwakili Analis Perdagangan Sdri. Merliya S.E., M. M dan Pengawasan perdagangan Sdr. Ibrahim S.T.

Dalam rangka pengamanan Ops Ketupat 2026, dinamika situasi menjelang, saat, dan pasca Idul Fitri 1447 H menunjukkan tingkat kompleksitas yang tinggi baik dari aspek keamanan, sosial, ekonomi, maupun kebencanaan.

Rangkaian kegiatan yang dimulai dari pembagian THR, malam takbiran, pelaksanaan Sholat Id, hingga arus balik dan fase normalisasi aktivitas perkantoran dan sekolah, berpotensi memicu peningkatan mobilitas masyarakat secara masif. Prediksi pergerakan pemudik mencapai ±143,91 juta orang dengan konsentrasi arus dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, menyebabkan kepadatan signifikan di jalur utama Jawa–Sumatera, pelabuhan penyeberangan Merak–Bakauheni, bandara Soekarno-Hatta, terminal Pulo Gebang, serta sejumlah stasiun besar.

Kondisi ini menuntut pengamanan terpadu, rekayasa lalu lintas yang adaptif, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kecelakaan dan keterlambatan akibat faktor cuaca.

Dari aspek kamtibmas, terdapat potensi kerawanan berupa kriminalitas konvensional (pencurian rumah kosong, curanmor, jambret, penipuan tiket/travel), tawuran remaja saat sahur on the road, serta kerawanan provokasi dalam ceramah keagamaan, khususnya apabila terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal.

Beririsan dengan Hari Raya Nyepi dan perayaan Cap Go Meh, terdapat potensi gesekan sosial akibat perbedaan aktivitas keagamaan dan budaya, termasuk kemungkinan pembatasan aktivitas takbir keliling serta penolakan terhadap kegiatan tertentu yang dinilai tidak sejalan dengan suasana Ramadan.

Selain itu, isu intoleransi dan kasus berulang terhadap kelompok minoritas keagamaan berpotensi meningkat apabila tidak diantisipasi dengan pendekatan persuasif, komunikasi publik yang efektif, dan pengamanan preventif.

Dari sisi ekonomi, meskipun secara umum kondisi bahan pokok relatif stabil, beberapa komoditas strategis seperti bawang merah, cabai rawit merah, daging ayam ras, telur, dan minyak goreng mengalami kenaikan harga akibat peningkatan permintaan, distribusi, dan faktor cuaca. Kenaikan ini berpotensi menurunkan daya beli masyarakat serta memicu keluhan sosial apabila tidak diimbangi dengan operasi pasar, pengawasan distribusi, dan langkah stabilisasi harga.

Di sisi lain, rencana aksi buruh menuntut pembayaran THR dan isu ketenagakerjaan juga berpotensi menimbulkan konsentrasi massa yang memerlukan pengamanan dan pengawalan dialog secara humanis.

Aspek kebencanaan juga menjadi perhatian utama mengingat dominasi bencana hidrometeorologi berdasarkan data BNPB, dengan potensi hujan ringan hingga lebat di sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah selama Maret 2026. Faktor monsun Asia, MJO, gelombang atmosfer, dan potensi siklon tropis dapat memicu banjir, longsor, serta gangguan transportasi yang berdampak langsung terhadap kelancaran mudik dan aktivitas ibadah.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas sektoral antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi perhubungan, BMKG, BNPB, serta pemangku kepentingan lainnya dalam bentuk deteksi dini, pemetaan kerawanan, pola pengamanan berlapis, kesiapsiagaan tanggap darurat, serta strategi komunikasi publik yang informatif dan menenangkan.

Secara keseluruhan, situasi menjelang dan pasca Idul Fitri 1447 H diperkirakan tetap kondusif namun memiliki potensi eskalasi apabila tidak dikelola secara komprehensif.

Dengan penguatan fungsi intelijen, pengamanan preventif dan represif yang proporsional, stabilisasi ekonomi, mitigasi bencana, serta pendekatan humanis kepada seluruh elemen masyarakat, diharapkan pelaksanaan Ops Ketupat 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi Lebaran dengan rasa nyaman dan terlindungi.

Turut hadir Dinas BPBD Kab. Bengkalis diwakili Sekretaris Sdr. Hasbullah, Satuan Polisi Pamong Praja Kab. Bengkalis diwakili Kabid Tibum Sdr. Darmansyah, Dinas PUPR Kab. Bengkalis diwakili Kabid Bima Marga Irjauzi dan Kabid Pemeliharaan Sdr. Isruyadi, PJU Polres Bengkalis.

Pukul 13.20 Wib Kegiatan selesai dalam keadaan aman dan kondusif.

Sumber : PenDim 0303 Bengkalis

Editor : Media 3K3grup/Ardi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *