Suara pesisirnusantara.com| Bengkalis -Perumda Air Minum Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis dalam menghadapi musim kemarau yang di prediksi lebih ekstrem di tahun 2026 mengambil langkah mengantisipasi akan krisis air bersih.
Sebelumnya hal tersebut digelarnya rapat peningkatan pelayanan air bersih terhadap pelanggan yang di gelar di ruang rapat Kantor Perumda Tirta Terubuk di Jalan Soebrantas, Rabu, 8 April 2026.
Rapat tersebut dihadiri Tenaga Ahli dari Kementerian Kasian, jajaran internal Perumda, pendamping hukum dari Kejari Bengkalis, serta Forum Komunikasi Pelanggan (FKP).
Dalam pertemuan tersebut, berbagai gagasan dan masukan disampaikan untuk memastikan Perumda tetap dapat beroperasi secara optimal di tengah ancaman krisis air, Salah satunya pemanfaatan sumber air alternatif, seperti kanal, sebagai langkah antisipatif.
Tenaga Ahli Kementerian Kasian mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat muncul wacana pembuatan sumur bor sebagai solusi jangka pendek. Namun, hal tersebut dinilai perlu dikaji secara mendalam.
“Jika dibuat sumur bor dengan kapasitas besar, kita harus mempertimbangkan dampaknya. Dikhawatirkan justru akan memicu kekeringan, karena berdasarkan kajian, struktur tanah di Pulau Bengkalis tidak memiliki cekungan penyimpanan air yang memadai,” kata Kasian, Kamis, 9 April 2026.
Perumda Tirta Terubuk telah mengambil sejumlah langkah strategis kepada pemerintah pusat meliputi pengadaan pipa untuk memanfaatkan air buangan dari Kanal PT MAS serta penambahan tujuh waduk sebagai cadangan air baku.
“Kami mendorong semua pihak, baik DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Bengkalis, untuk bersama-sama mempercepat realisasi anggaran dari pusat agar krisis air dapat diantisipasi sejak dini,” tambahnya.
Pada kesempatan itu Kabag Pelayanan Tengku Syahrial. Ia mengatakan bahwa pihaknya tengah merumuskan skema penyaluran bantuan air bersih agar tepat sasaran.
“Saat ini kami sedang menyusun regulasi teknis penyaluran bantuan air bersih. Kami berharap dalam waktu dekat mekanisme ini bisa segera diterapkan untuk membantu masyarakat,” jelasnya.
Hal senada, Harry Kumbara sebagaiKabag Teknis Perumda Tirta Terubuk, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga pelayanan distribusi air kepada masyarakat meskipun dalam kondisi terbatas.
“Kami akan terus mencari solusi agar distribusi air tetap berjalan. Selain itu, bagi masyarakat yang terdampak, kami siapkan bantuan air bersih secara gratis menggunakan mobil tangki,” ujarnya.
Perumda Tirta Terubuk juga akan mengerahkan dua unit mobil tangki berkapasitas 2.000 liter dan 5.000 liter, serta mendapat dukungan tambahan satu unit mobil tangki dari Pertamina untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.
Dengan berbagai langkah tersebut, Perumda berharap pelayanan air bersih tetap dapat berjalan optimal serta mampu meminimalisir dampak krisis air di Kabupaten Bengkalis selama musim kemarau.
Editor : Media 3K3grup/SPN

















