Pasi Intel Kodim 0303 Menghadiri Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bengkalis, Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Hadapi Imlek, Bulan Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026

Suarapesisirnusantara.com |Bengkalis -Pasi Intel Kapten Inf Agus Dani menghadiri Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bengkalis dalam rangka menjaga Stabilitas harga bahan pokok penting untuk menghadapi Imlek 2026, Bulan Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1447 H Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis Tahun 2025 bertempat di Ruang Rapat Hang Tuah Lt II kantor bupati Jl. Jend. Ahmad Yani Kel. Bengkalis Kota Kec. Bengkalis Kab. Bengkalis, Senin, 26 Januari 2026 Pukul 14.30 Wib.

Hadir dalam acara Pasi Intel Kodim 0303/Bengkalis Bengkalis Kapten Inf Agus Dani, Kejaksaan Negeri Bengkalis Boy trinanda Ujung, S.Kom, Plt kepala badan pendapatan daerah, Khairi Fahrizal, St. Mpk, Kabag BPS, Sudiro, SST. MEI, Kasubbag Keu PUPR Desy Syamputri, Kepala bidang perekonomian dan sumberdaya alam, Wan Zulkarnanda M.Sc, Diskop Ukm, Edy Purnama, Disdagperin, Marliyn.

Adapun yang dibahas pada rapat tersebut mengenai Kinerja TPID dan Pengendalian Inflasi Kabupaten Bengkalis Tahun 2025.

1. Gambaran Umum Tahun 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi pengendalian inflasi, baik secara nasional maupun daerah, akibat dinamika ekonomi global, perubahan iklim ekstrem (El Nino), serta bencana banjir Sumatera pada akhir tahun. Namun demikian, pengendalian inflasi secara umum masih berada dalam rentang kendali nasional, meskipun beberapa daerah di Provinsi Riau mengalami tekanan inflasi cukup tinggi.

2. Asesmen Kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)

a. Tingkat Atensi TPID

Tingkat kehadiran anggota TPID dalam Rakorpusda dan High Level Meeting sepanjang tahun 2025 belum optimal, masih di bawah 50%. Kehadiran Kepala Perangkat Daerah teknis umumnya masih diwakilkan. Namun demikian, rapat TPID diikuti dengan baik, mencapai 97% kehadiran anggota.

b. Tindak Lanjut Rakorpusda

Satgas dan TPID telah menindaklanjuti arahan Rakorpusda dengan baik, terutama melalui tindakan reaksi cepat, seperti Sidak pasar, Gerakan Pangan Murah (GPM), Pasar murah bersubsidi, Penjaminan kelancaran distribusi dan transportasi, khususnya pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Langkah-langkah ini terbukti berdampak positif dalam menekan gejolak harga.

c. Koordinasi dan Komunikasi

Koordinasi TPID masih bersifat konvensional. Implementasi sistem informasi terintegrasi sebagai pusat data dan media komunikasi belum berjalan optimal dan masih dalam tahap sinkronisasi data antar Perangkat Daerah. Publikasi informasi inflasi kepada masyarakat terus dilakukan melalui kerja sama dengan RRI dan media sosial, disertai edukasi untuk menjaga ekspektasi publik.

3. Dukungan Pemerintah Daerah Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tetap memberikan dukungan maksimal melalui  Fasilitasi Rakorpusda dan monitoring inflasi, Sidak pasar dan operasi pasar, Penyediaan anggaran bantalan ekonomi berupa bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.

4. Penyediaan Data dan Informasi Penyediaan data inflasi yang aktual dan tepat waktu masih menjadi tantangan utama. Upaya perbaikan terus dilakukan melalui pemanfaatan platform digital, meskipun implementasinya belum sepenuhnya optimal.

5. Implementasi Program Pengendalian Inflasi Pengendalian inflasi dari sisi produksi pada tahun 2025 dinilai cukup baik. Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkolaborasi dengan: Pemerintah Desa dan BUMDes, TNI, POLRI, dan LAPAS, melalui gerakan menanam komoditas pangan strategis. Permasalahan overproduksi pascapanen dan lemahnya serapan pasar berhasil diatasi melalui pemasaran ke ASN dan kegiatan GPM, khususnya untuk produk pangan domestik.

6. Kinerja Pengendalian Inflasi

a. Inflasi Nasional

Inflasi nasional tahun 2025 tercatat 2,92% (YoY), masih dalam kategori terkendali meskipun lebih tinggi dibanding tahun 2024 (1,57%). Hal ini menunjukkan efektivitas kebijakan pengendalian inflasi secara nasional.

b. Inflasi Provinsi Riau

Inflasi Provinsi Riau tahun 2025 mencapai 4,88% (YoY), tertinggi di Sumatera dalam lima tahun terakhir dan berada di atas ambang batas pengendalian nasional. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan iklim ekstrem dan gangguan distribusi akibat bencana alam.

c. Inflasi Kota Dumai (Sister City Bengkalis)

Inflasi Kota Dumai ditutup pada angka 4,24% (YoY), lebih tinggi dari inflasi nasional namun sedikit lebih rendah dibanding Provinsi Riau. Kenaikan signifikan terjadi setelah kuartal II, dipengaruhi dampak El Nino.

7. Pola dan Siklus Inflasi Data empat tahun terakhir menunjukkan bahwa inflasi tertinggi tidak terjadi pada periode Ramadhan dan Idul Fitri, melainkan pada akhir tahun anggaran, bertepatan dengan Nataru, libur sekolah, dan meningkatnya peredaran uang akibat pencairan APBD.

8. Indeks Perkembangan Harga (IPH) Perkembangan IPH tahun 2025 lebih fluktuatif dibanding tahun 2024. IPH tertinggi terjadi pada periode Ramadhan/Idul Fitri dan akhir tahun, mencapai 5,09%–7,08%, sementara deflasi terdalam terjadi pada akhir Mei dengan IPH -4,70%. Penyaluran bantuan sosial dinilai sangat efektif dalam menekan lonjakan harga.

9. Pengendalian Volatile Food Upaya peningkatan produksi domestik komoditas utama seperti: Cabe merah keriting, Cabe rawit,Bawang merah, Daging ayam ras, masih menghadapi kendala. Pada masa bencana Sumatera, harga cabe sempat melonjak tajam akibat terganggunya pasokan.

10. Implementasi Enam Langkah Konkret Pada tahun 2025, TPID masih melaksanakan tiga dari enam langkah konkret, yaitu: Operasi pasar/pasar murah bersubsidi/GPM, Gerakan menanam, Sidak pasar. Sementara kerja sama antar daerah, subsidi transportasi, dan penggunaan Belanja Tidak Terduga belum dilakukan karena kondisi harga masih dinilai terkendali.

11. Roadmap Pengendalian Inflasi TPID Kabupaten Bengkalis telah menyusun Roadmap Pengendalian Inflasi 2025–2028 yang ditetapkan melalui SK Bupati. Roadmap ini disesuaikan dengan keterbatasan APBD, dengan pendekatan kemitraan serta optimalisasi program yang telah berjalan. Demikian ke-11 yang di bahas dalam rapat kinerja TPID dalam pengendalian Inflasi tahun 2025 di Kabupaten Bengkalis. Pukul 16.00 WIB kegiatan selesai dalam keadaan aman dan kondusif.

Turut hadir Plt. Irban 2 Itkab. Bengkalis, Hern Martine, Am spe/Bulbs, Julita Simanjuntak, PP Kasiskarasama, Maryana, Satpol PP, Kamaruzaman, Fungsional Asp Dipup, Rika Okta Noervasari, Gabstisi, Alde Firdaus, JF Dinas Perikanan, Dni Diktaventy dan Tamu undangan kurang lebih 10 orang.

Sumber : PenDim 0303 Bengkalis

Editor : Media 3K3grup/Ardi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *